Keraton Kasepuhan merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada tahun 1529. Selain sebagai keraton tertua di Cirebon, keraton ini juga menjadi yang termegah dan paling terawat di kota ini. Keraton dikelilingi oleh tembok bata berwarna merah. Sedangkan bangunan utamanya berwarna putih yang di dalamnya terdapat singgasana sultan dan ruang tidur.

 

Bangunan peninggalan sejarah ini sekarang menjadi tempat wisata di Cirebon yang menjadi tujuan favorit pengunjung dari luar kota. Di sini, Anda bisa melihat benda-benda pusaka milik sultan dahulu dan juga sebuah Kereta Singa yang hanya dikeluarkan setiap tanggal 1 Syawal Hijriyah untuk dimandikan.

 

Keraton Kanoman berjarak hanya sekitar 600 meter dari Keraton Kasepuhan. Keraton ini dibangun oleh Sultan Badaruddin pada tahun 1588 karena terjadi perselisihan tentang siapa pewaris keraton. Dari Keraton Kasepuhan ke Keraton Kanoman, Anda akan melewati pasar tradisional yang menjual berbagai macam suvenir khas Cirebon sehingga bisa memudahkan Anda untuk membeli oleh-oleh.

 

Di sini, Anda bisa masuk museum yang di dalamnya terdapat banyak benda peninggalan bersejarah seperti piring-piring antik dari Eropa yang merupakan koleksi sultan dahulu. Selain itu, keraton ini masih menjadi tempat tinggal keturunan ke-12 kesultanan yaitu Raja Muhammad Emiruddin dan keluarganya.

 

Masjid Agung Sang Cipta Rasa disebut juga dengan Masjid Agung Kasepuhan karena lokasinya yang berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Masjid ini menjadi salah satu tempat wisata di Cirebon. Di halaman masjid terdapat sumber yang disebut memiliki sumber yang sama dengan sumur air zam-zam di Mekkah. Air dari sumur ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit jika diminum dan dipakai membasuh wajah.

 

Yang unik dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah pintu masuk yang dibuat tidak tinggi sehingga setiap orang yang masuk harus merundukkan tubuhnya. Hal ini sebagai tanda penghormatan dan kesopanan ketika masuk ke rumah ibadah.

 

Tempat wisata ini berada di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi. Nama taman ini berasal dari dua kata bahasa Sansekerta yaitu ‘sunya’ yang berarti sepi dan ‘ragi’ yang berarti raga. Lokasi ini dahulu memang digunakan oleh raja dan keluarganya sebagai tempat mencari ketenangan.

 

Ada dua bangunan utama yaitu pesanggrahan dan gua. Di dalam pesanggrahan terdapat beberapa ruangan seperti ruang tidur dan ruang rias. Yang menarik adalah bangunan gua yang dari luar terlihat seperti candi. Bagian dalamnya menyerupai gua karena ada banyak lorong dan berbentuk mirip labirin. Selain rindangnya pepohonan untuk beristirahat, di sekitar tempat wisata ini terdapat banyak saung kecil yang menjual makanan dan suvenir khas Cirebon.

 

Ikuti kami di

desa_alamanis

Desa Alamanis

Informasi

Menuju Kemari

Fasilitas Kamar

Layanan

Kebijakan

Fasilitas

Lawang Rasa

(Restaurant)

Telaga Manis

(Swimming Pool)

Klapa Luhur

(Cafe & Lounge)

Balai Desa

(Multi Function)

Warung Mang Ikin

(Gift Shop)

Panti Urut Nok Sumi

(Spa)

Raga Sakti

(Gym)

Outdoor Private Dining

Outdoor Activities

Layanan Jemputan

Kontak

Jl. Raya Cirebon - Kuningan

Gronggong, Cirebon.

telp | 0231 8800889

fax  | 0231 8802323